Angin taufan yang menyerang sebuah pekan
seratus tahun lalu
kini berulang gempita
bergema gulungnya
gelung serabut menarik rambut
gatal kepala tak terhingga
hingga anak dibiarkan di jalanan
menjadi mereka apa yang diinginkan
memang lumrah
kata para imam dan pemegang gulungan kertas ijazah
kami mengejar apa yang kamu kejar
tapi kami juga mengejar apa yang kamu hindari
'contohnya kematian'
kata seorang gila di hujung ufuk
yang bergelak tawa pada setiap kesedihan
pada setiap kejujuran, hipokrit dan rasa simpati
begitulah pusaran taufan
ia bergerak maju ke hadapan
merosakkan setiap hati yang asalnya pasrah
lalu mereka musnah.
0 soaljawab:
Catat Ulasan